Hubungan Depresi Dan Kualitas Tidur Pada Pasien Di Puskesmas Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara: Studi Cross-Sectional
Abstrak
Pendahuluan: Depresi merupakan gangguan mental yang sering dijumpai. Gangguan depresi pada pasien di layanan primer khususnya puskesmas sering tidak terdiagnosa dan dapat memengaruhi kualitas tidur. Hal tersebut akan berdampak pada penurunan kualitas hidup, ketidakpatuhan minum obat, peningkatan angka morbiditas dan mortalitas. Mengetahui hubungan depresi dan kualitas tidur pada pasien di Puskesmas Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
Metode: Desain penelitian ini adalah cross-sectional pada 434 pasien rawat jalan di Puskesmas Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus sampai September 2019. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner demografi, Zung Self-Rating Depression (SDS), dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data secara bivariat.
Hasil: Terdapat 19.1% responden mengalami depresi, diantaranya 12.2% depresi ringan, 5.8% depresi sedang, dan 1.2% depresi berat. Sebanyak 53.5% responden memiliki kualitas tidur buruk. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan bermakna (p kurang dari 0.000, OR=7.814) antara depresi dan kualitas tidur pada pasien. Selain itu, skor depresi memiliki korelasi sedang dengan komponen tidur sleep disturbance (r=0.434).
Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan tingginya prevalensi depresi dan kualitas tidur buruk pada pasien. Depresi berhubungan dengan risiko 7.8 kali lebih besar mengalami kualitas tidur buruk dan memiliki korelasi dengan komponen kualitas tidur terutama sleep disturbance.
##plugins.generic.usageStats.downloads##

