Pengetahuan Tentang Talasemia pada Mahasiswa Kedokteran dan Dokter Umum di Bandung serta Prevalensi Karir β-Thalassemia
Abstrak
Latar Belakang: Talassemia mayor menempati urutan ke-5 beban BPJS. Pengetahuan tenaga kesehatan yang baik tentang talasemia mendorong masyarakat melakukan deteksi dini karir talasemia. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi pengetahuan tentang talasemia pada mahasiswa kedokteran dan dokter umum di Bandung, serta mengetahui prevalensi karir β-talasemia.
Metode: Desain penelitian analitik menggunakan kuesioner untuk membandingkan pengetahuan. Prevalensi anemia defisiensi besi dan karir β-thalassemia dideskripsikan dengan indeks Mentzer (MCV/RBC) dan Shine and Lal (MCV*MCV*MCH/100).
Hasil: Pengetahuan mahasiswa kedokteran (n597) dan dokter umum (n171) cukup baik. Walaupun demikian, terdapat perbedaan signifikan; dokter umum usia lebih dari 30 tahun memiliki pengetahuan lebih rendah dari mahasiswa. Pemeriksaan darah dihadiri mahasiswa dengan pengetahuan yang lebih baik (p 0,036). Tipe anemia pada mahasiswa (7,9%) memiliki distribusi berbeda menurut indeks Mentzer vs. Shine and Lal, yaitu defisiensi besi (5,3% vs. 3,2%) dan karir β-talasemia (2,6% vs. 4,7%).
Kesimpulan: Pengetahuan tenaga kesehatan tentang talasemia perlu ditingkatkan, mengingat 6-10% penduduk Indonesia adalah karir talasemia. Diperlukan pemeriksaan lanjutan untuk skrining karir talasemia.
##plugins.generic.usageStats.downloads##

