Infeksi Virus BK dan JC pada Transplantasi Ginjal pada Anak: Tinjauan Narratif tentang Faktor Risiko, Patogenesis, dan Strategi Pemantauan
Abstrak
Virus BK (BKV) dan virus John Cunningham (JCV) merupakan poliomavirus yang paling sering menginfeksi pasien anak yang menerima transplantasi ginjal. Infeksi ini umumnya terjadi akibat reaktivasi virus laten dalam kondisi imunosupresi, berkembang dari viruria, viremia, hingga nefropati terkait poliomavirus, khususnya BK virus-associated nephropathy (BKVAN). Tinjauan naratif ini mengompilasi dan menganalisis data terkini mengenai epidemiologi, faktor risiko, virologi, manifestasi klinis, serta strategi pemantauan infeksi BKV dan JCV pada populasi pediatrik penerima transplantasi ginjal. Faktor risiko utama meliputi usia anak yang lebih muda, jenis kelamin laki-laki, uropati obstruktif sebagai penyebab penyakit ginjal tahap akhir, rejimen imunosupresi tertentu seperti tacrolimus/MMF, serta karakteristik donor seperti usia yang lebih tua dan jenis kelamin perempuan. Teknik diagnostik molekuler, terutama Polymerase Chain Reaction (PCR) real-time kuantitatif dalam plasma atau urin, digunakan secara luas, dengan biopsi ginjal sebagai standar emas diagnosis BKVAN. Tatalaksana utama adalah pengurangan intensitas imunosupresi. Pedoman internasional, termasuk KDIGO, merekomendasikan pemantauan rutin viral load selama tahun pertama pascatransplantasi untuk deteksi dini reaktivasi. DiIndonesia, keterbatasan fasilitas diagnostik menjadi hambatan dalam pemantauan yang optimal. Tinjauan ini bertujuan memberikan informasi kepada klinisi mengenai strategi surveilans dan pencegahan berbasis bukti untuk infeksi poliomavirus pada anak penerima transplantasi ginjal, serta menekankan pentingnya penelitian lokal guna merumuskan protokol klinis yang sesuai kondisi regional.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Viewer: 173 times
PDF downloaded: 118 times





