Akurasi Diagnostik Sitologi Bronchoalveolar Lavage dan Bronchial Brushing, Secara Tunggal dan Kombinasi, pada Pasien dengan Adenokarsinoma Paru dan Karsinoma Sel Skuamosa Paru yang Terkonfirmasi Secara Histopatologi

  • Kenediyanto Kenediyanto Departemen Patologi Anatomik Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
  • Delyuzar Delyuzar Departemen Patologi Anatomik Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
  • T. Kemala Intan Departemen Patologi Anatomik Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
  • Soekimin Soekimin Departemen Patologi Anatomik Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
  • Causa Trisna Mariedina Departemen Patologi Anatomikal, Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
Kata Kunci: Bronchoalveolar lavage, Bronchial brushing, Adenokarsinoma, Karsinoma sel skuamosa, Akurasi diagnostik

Abstrak

Pendahuluan: Bronchoalveolar lavage (BAL) dan bronchial brushing (BB) merupakan teknik sitologi minimal invasif dalam pemeriksaan diagnostik kanker paru. Kedua prosedur mengambil material dari kompartemen anatomi yang berbeda. Kinerja keduanya pada adenokarsinoma paru (ADC) dan karsinoma sel skuamosa (SCC) dapat berbeda. Penelitian ini menilai kinerja diagnostik spesifik subtipe BAL dan BB, secara tunggal maupun kombinasi, dengan histopatologi sebagai standar rujukan.
Metode: Studi akurasi diagnostik berpasangan retrospektif ini mencakup 38 pasien di Rumah Sakit Pendidikan Prof. dr. Chairuddin Panusunan Lubis Medan pada Januari 2023–Juni 2024. Semua pasien menjalani BAL, BB, dan biopsi paru. Sediaan sitologi diwarnai Giemsa dan histopatologi dengan hematoksilin-eosin. Sensitivitas dan spesifisitas spesifik subtipe, beserta interval kepercayaan (IK) 95% eksak, dihitung berdasarkan kesesuaian subtipe sitologi dengan histopatologi.
Hasil: Histopatologi menunjukkan ADC pada 21 pasien dan SCC pada 17 pasien. Sensitivitas BAL untuk ADC adalah 95,2% (95% CI: 76,2–99,9), sedangkan BB 76,2% (95% CI: 52,8–91,8). Untuk SCC, sensitivitas BAL adalah 47,1% (95% CI: 23,0–72,2) dan BB 94,1% (95% CI: 71,3–99,9). Pemeriksaan kombinasi setara dengan pemeriksaan tunggal yang paling sensitif pada masing-masing subtipe. Tidak ditemukan penetapan sitologi silang antarsubtipe; spesifisitas spesifik subtipe 100% dengan CI lebar karena kelompok non-target kecil.
Kesimpulan: BAL berkinerja lebih baik untuk ADC, sedangkan BB berkinerja lebih baik untuk SCC. Kedua teknik dapat memberikan informasi sitologi awal yang saling melengkapi; namun, konfirmasi histopatologi tetap diperlukan.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##
Diterbitkan
2026-10-22
Viewer: 33 times
PDF (English) downloaded: 22 times