Survei Dua Dekade tentang Resep dan Penggunaan Antibiotik di Komunitas
Abstrak
Pendahuluan: Penggunaan antibiotik yang tidak rasional pada populasi anak- anak tetap menjadi tantangan signifikan di Indonesia, yang berkontribusi terhadap resistensi antibiotik. Meskipun telah dilakukan intervensi dan kampanye kesadaran publik, peresepan antibiotik yang tidak tepat dan pengobatan sendiri masih terjadi
di kalangan pasien, penyedia layanan kesehatan, dan apotek. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi tren, tantangan, dan solusi potensial untuk mempromosikan penggunaan antibiotik yang rasional di Indonesia.
Metode: Tinjauan retrospektif dilakukan pada 11 survei yang belum dipublikasikan oleh YOP terkait penggunaan antibiotik pada populasi anak-anak dan praktik perawatan kesehatan di Indonesia dari tahun 2004 hingga 2023. Sumber data meliputi survei resep (2004-2012), survei persepsi masyarakat (2014-2023), dan penilaian penyedia layanan kesehatan (2010-2013). Analisa dilakukan dengan melihat pola peresepan, persepsi antibiotik, dan praktik pemberian obat.
Hasil: Survei publik selama dua dekade menunjukkan penurunan perilaku pembelian antibiotik tanpa resep (dari 91% menjadi 23%), sementara pemberian resep antibiotik untuk pilek dan batuk tetap tinggi dan tidak berubah (sekitar 68-79%). Penilaian terhadap apotek ditemukan bahwa 85% apotek menjual antibiotik tanpa
resep dan 43% menyarankan antibiotik untuk infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).
Kesimpulan: Kesalahpahaman tentang antibiotik, kurangnya regulasi yang ketat terhadap penjualan antibiotik, dan pemberian resep berlebihan yang terus berlanjut oleh penyedia layanan kesehatan merupakan faktor kunci penggunaan antibiotik yang tidak rasional pada populasi anak di Indonesia.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Viewer: 606 times
PDF (English) downloaded: 468 times





