Pengaruh Penyakit Komorbit dengan Keberhasilan Terapi Tuberkulosis Resisten Obat pada pasien DR-TB di Rumah Sakit Dr Soebandi Tahun 2018-2022
Abstrak
Pendahuluan: Tuberkulosis resistan obat (DR-TB) merupakan masalah kesehatan serius di Indonesia, dengan angka keberhasilan pengobatan yang masih rendah. Penyakit penyerta seperti diabetes melitus (DM) dan HIV dapat memperburuk kondisi pasien serta mempersulit penatalaksanaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komorbiditas terhadap keberhasilan pengobatan pasien DR- TB di RS dr. Soebandi Jember.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik ini melibatkan 228 pasien DR-TB di RS dr Soebandi tahun 2018-2022 yang telah menyelesaikan pengobatan. Subyek dipilih dengan metode total sampling. Analisis data dilakukan secara bivariat.
Hasil: Angka keberhasilan pengobatan keseluruhan adalah 36,8%. Sebanyak 37,3% pasien memiliki komorbiditas, dengan tingkat keberhasilan lebih rendah dibandingkan pasien tanpa komorbiditas (21,2% vs 46,2%; p=0,000; OR=3,19). DM (p=0,018; OR=2,17), HIV (p=0,026; OR=9,31), serta kombinasi DM dan hipertensi (p=0,041; OR=9,44) berhubungan signifikan dengan keberhasilan pengobatan.
Kesimpulan: Hipertensi, penyakit ginjal kronis, dan hepatitis kronis tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Komorbiditas berpengaruh terhadap keberhasilan pengobatan DR-TB, terutama DM, HIV, dan kombinasi DM dengan hipertensi. Penanganan komorbiditas secara optimal dapat meningkatkan keberhasilan terapi DR-TB.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Viewer: 448 times
PDF (English) downloaded: 287 times





