Apakah IVA Masih Relevan untuk Skrining Massal Kanker Serviks? Tinjauan Sistematis dan meta-analysis

  • Fitriyadi Kusuma Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Jakarta, Indonesia
  • Marshaly Safira Masrie Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Jakarta, Indonesia
  • Kemal Akbar Suryoadji Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Jakarta, Indonesia
Kata Kunci: IVA, Skrining kanker serviks, Sensitivitas, Spesifisitas, Tinjauan sistematis, Meta-analisis

Abstrak

Pendahuluan: Inspeksi visual dengan asam asetat (IVA) masih digunakan dalam program skrining kanker serviks di sejumlah wilayah dengan keterbatasan sumber daya. Namun, perkembangan pemeriksaan HPV risiko tinggi sebagai tes primer dan peran sitologi serviks (Pap smear) memerlukan penilaian kembali posisi IVA. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi sensitivitas dan spesifisitas IVA berdasarkan studi akurasi diagnostik yang tersedia.
Metode: Tinjauan sistematis ini dilakukan dengan mengikuti pedoman PRISMA 2020 dan Cochrane Handbook for Systematic Reviews of Diagnostic Test Accuracy. Studi yang mengevaluasi IVA sebagai metode skrining dan membandingkannya dengan standar rujukan yang memadai diikutsertakan. Pencarian dilakukan di beberapa basis data elektronik dan sumber lain tanpa batasan bahasa atau tahun publikasi. Data dianalisis menggunakan Meta-DiSc 1.4 dan RevMan 5.4. Penelitian ini telah diregistrasi di PROSPERO (ID: CRD42025645024).
Hasil: Tinjauan sistematis menyertakan 14 artikel dengan 17 lengan studi. Sebanyak 13 artikel dengan 16 lengan studi dan 65.359 partisipan memiliki data tabel 2 × 2 yang memadai untuk meta-analisis. Perhitungan ulang menghasilkan pooled sensitivity sebesar 75,5% (95% CI 73,7–77,2%) dan pooled specificity sebesar 82,9% (95% CI 82,6–83,2%). Heterogenitas sangat tinggi, mencerminkan perbedaan populasi, standar rujukan, ambang penyakit target, dan metode verifikasi antarstudi.
Pembahasan: IVA menunjukkan akurasi diagnostik sedang, tetapi heterogenitas dan risiko bias membatasi generalisasi hasil serta tidak mendukung penetapan IVA sebagai metode utama skrining massal hanya berdasarkan analisis ini. Dalam sistem yang sedang bertransisi, IVA dapat dipertimbangkan sebagai pilihan kontekstual atau tes triase bila pemeriksaan HPV belum tersedia secara merata. Pemeriksaan HPV risiko tinggi tetap diprioritaskan sebagai metode skrining primer, sedangkan sitologi Pap smear tetap bernilai dalam program dengan sistem sitologi yang terjamin mutunya dan sebagai bagian dari algoritme triase. Pemilihan strategi perlu mempertimbangkan kapasitas sistem, jaminan mutu, tindak lanjut, dan akses terhadap terapi.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

##submission.authorBiographies##

##submission.authorWithAffiliation##

Divisi Onkologi Ginekologi, Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia–RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Indonesia

##submission.authorWithAffiliation##

Divisi Onkologi Ginekologi, Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia–RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Indonesia

Diterbitkan
2026-10-22
Viewer: 29 times
PDF (English) downloaded: 24 times