Hubungan Mekanisme Koping dengan Skor Depresi dan Risiko Bunuh Diri pada Orang dengan Gangguan Kepribadian Ambang

  • Natalia Dewi Wardani Departemen Psikiatri, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro
  • Alifiati Fitrikasari Departemen Psikiatri, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro
  • Innawati Jusup Departemen Psikiatri, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro
  • Titis Hadiati Departemen Psikiatri, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro
  • Widodo Sarjana AS Departemen Psikiatri, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro
  • Hang Gunawan Asikin Departemen Psikiatri, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro
  • Tanjung Ayu Sumekar Departemen Psikiatri, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro
  • Kezia Natalia Daniast Susilo Program Residensi Psikiatri, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro
  • Diana Atmaja Program Residensi Psikiatri, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro
Kata Kunci: Depresi, Gangguan Kepribadian Ambang, Mekanisme Koping, Psikoterapi, Psikiatri Komunitas, Faktor Psikososial, Risiko Bunuh Diri

Abstrak

Pendahuluan: Gangguan kepribadian ambang (GKA) berhubungan dengan tingginya prevalensi gejala depresi dan peningkatan risiko perilaku bunuh diri. Sekitar 75% individu dengan BPD pernah melakukan percobaan bunuh diri, sementara perilaku melukai diri ditemukan pada 17% dewasa muda dan 6% populasi dewasa umum. Stres psikologis dan mekanisme koping berperan penting dalam kondisi ini.
Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang ini melibatkan 80 pasien dengan diagnosis BPD. Strategi koping diukur menggunakan kuesioner Brief COPE dan dikategorikan menjadi problem-focused coping dan emotion-focused coping. Tingkat depresi dinilai menggunakan GRID Hamilton Depression Rating Scale (GRID HAM-D), dan risiko bunuh diri diukur dengan Columbia-Suicide Severity Rating Scale (C-SSRS).
Hasil: Problem-focused coping menunjukkan korelasi positif yang signifikan dengan risiko bunuh diri (p = 0.002; r = 0.386). Sebaliknya, emotion-focused coping menunjukkan korelasi negatif yang signifikan dengan risiko bunuh diri (p = 0.044; r = −0.479). Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara kedua strategi koping dengan skor depresi (p = 0.786 dan p = 0.121).
Kesimpulan: Problem-focused coping berhubungan dengan peningkatan Risiko bunuh diri, sementara emotion-focused coping berhubungan dengan penurunan risiko bunuh diri.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##
Diterbitkan
2026-06-23
Viewer: 307 times
PDF (English) downloaded: 217 times