Hubungan Hipertensi Dan Diabetes Melitus Dengan Kejadian Stroke Berulang Pada Pasien Pasca-Stroke
Abstrak
Pendahuluan: Stroke masih menjadi masalah kesehatan global dengan angka mortalitas dan morbiditas yang tinggi di seluruh dunia. Pasien pasca-stroke yang tidak mengelola faktor risiko dengan baik berisiko tinggi mengalami stroke berulang. Stroke berulang memiliki dampak yang lebih fatal dengan tingkat kematian yang lebih tinggi, risiko keparahan yang lebih serius dan gangguan neurologis yang lebih buruk yang dapat berpengaruh terhadap kondisi ekonomi dan kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan hipertensi dan diabetes melitus dengan kejadian stroke berulang pada pasien pasca-stroke.
Metode: Penelitian ini dilakukan di RSD dr. Soebandi Jember menggunakan desain case-control dengan 54 pasien pada kelompok kasus dan 108 pasien pada kelompok kontrol yang dipilih menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan data rekam medis dan analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat.
Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara usia dan diabetes melitus dengan kejadian stroke berulang (p-value kurang dari 0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa usia, hipertensi, dan diabetes melitus berpengaruh terhadap kejadian stroke berulang, dengan diabetes melitus sebagai determinan utama stroke berulang.
Kesimpulan: Diabetes melitus merupakan determinan utama stroke berulang pada pasien pasca-stroke, diikuti dengan hipertensi dan usia.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Viewer: 177 times
PDF (English) downloaded: 106 times





