Flavonoid dalam Pencegahan Gagal Ginjal Akibat Stres Oksidatif

  • Muhammad Ashhabul Kahfi Mathar Departemen Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar, Indonesia
  • Ni Made Linawati Departemen Histologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Indonesia
  • Ida Ayu Ika Wahyuniari Departemen Histologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Indonesia
  • I Gusti Ayu Widianti Departemen Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Indonesia
Kata Kunci: Flavonoid, Gagal ginjal, Stres oksidatif, Histopatologi ginjal

Abstrak

Gagal ginjal merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat di dunia, mencakup cedera ginjal akut dan penyakit ginjal kronik (PGK). PGK merupakan masalah kesehatan global dan peningkatan reactive oxygen species (ROS) berperan besar dalam patogenesis PGK melalui inflamasi dan fibrosis ginjal.1 Studi epidemiologi akhir-akhir ini mengaitkan diet kaya flavonoid dengan tingkat kejadian penyakit ginjal.2 Flavonoid adalah senyawa fenilkroman turunan tanaman yang terdiri atas berbagai subkelas, seperti flavon, flavanol, isoflavon, antosianin, flavon-3-ols, dan flavanon. Flavonoid merupakan kelompok senyawa alami terbesar ketiga setelah terpenoid dan alkaloid, serta berperan melindungi tubuh dari stres oksidatif dan peradangan.3 Senyawa fenolik seperti asam fenolik, flavonoid, dan proantosianidin banyak terdapat pada tumbuhan sebagai mekanisme pertahanan terhadap stres biotik dan abiotik. Konsumsi makanan kaya polifenol, seperti buah, sayur, biji-bijian, rempah, dan herba, diketahui dapat menurunkan risiko berbagai penyakit kronis dan degeneratif yang berkaitan dengan stres oksidatif.4

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##
Diterbitkan
2026-06-23
Viewer: 357 times
PDF downloaded: 260 times