Prevalensi Kanker Paru pada Pasien Riwayat Tuberkulosis di Indonesia: Sebuah Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis
Abstrak
Pendahuluan: Indonesia menghadapi peningkatan kasus Tuberkulosis (TBC) sebesar 14%, yang menempatkan Indonesia 14 tahun lebih lambat dari negara dengan beban TBC tertinggi kedua di dunia. Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai risiko kanker paru, karena penelitian di luar Indonesia masih terbatas.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko kanker paru pada pasien TB di Indonesia.
Metode: Tinjauan sistematis dengan meta-analisis ini sesuai dengan pernyataan PRISMA dengan berbagai basis data. Kami menggunakan kerangka kerja PEOS untuk menyaring dan memilih artikel yang akan dimasukkan. Kami mengecualikan artikel tentang koinfeksi TB dengan kanker paru dan kondisi salah diagnosis. Kami menganalisis risiko bias menggunakan alat penilaian kritis JBI dan kami menggunakan R Studio dan RevMan 5.4 dengan model efek acak untuk hasil data yang dapat digeneralisasi pada populasi yang lebih luas.
Hasil: Terdapat 3 dari 4210 artikel dengan 1270 pasien yang termasuk dalam penelitian ini. Penelitian ini berasal dari berbagai kota dan mengambil jumlah pasien yang sesuai dengan kriteria. Sebanyak 101 (7,9%) dari 1270 pasien kanker paru memiliki riwayat tuberkulosis. Terdapat 8 dari 100 pasien kanker paru di Indonesia yang pernah menderita TB dan didominasi oleh jenis adenokarsinoma dibandingkan dengan karsinoma sel skuamosa (secara statistik tidak bermakna, p=0,21). Penelitian ini dievaluasi sebagai penelitian yang heterogen di antara semua penelitian inklusi. Tingkat risiko bias dengan JBI adalah 76,6% di atas batas risiko kesepakatan bias.
Kesimpulan: Pasien dengan riwayat TB memerlukan perhatian di masa depan dan evaluasi lebih lanjut sebelum terjadinya kanker paru.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Viewer: 331 times
PDF (English) downloaded: 193 times





