Manajemen Disfungsi Otonom Terbaru pada Penyakit Parkinson
Abstrak
Penyakit Parkinson atau Parkinson’s Disease (PD) adalah salah satu penyakit saraf yang banyak dijumpai terutama pada pasien lanjut usia, dengan prevalensi tertinggi kedua setelah penyakit Alzheimer.1,2 Salah satu yang diyakini sebagai penyebab utama klinis PD adalah disfungsi ganglia basalis, tetapi penelitian terbaru menunjukkan adanya keterlibatan neuron nondopaminergik di lokasi otak lain, seperti pada nukleus motorik dorsal vagus, locus coeruleus, dan nukleus raphe.3 Saat ini diketahui bahwa jalur nondopaminergik berperan dalam perkembangan PD, yang men- jelaskan adanya peningkatan jumlah gejala nonmotorik yang memiliki dampak negatif terhadap kualitas hidup pasien PD.4,5 Dasar molekuler untuk berbagai gejala nonmotorik antara lain adanya kontribusi jalur noradrenergik, glutamatergik, serotonergik, dan adenosin. Hal ini menunjukkan modulasi jalur nondopaminergik dapat menjadi pendekatan terapi terbaru.6 Badan Lewy terdapat di area pengatur sistem otonom, seperti sistem saraf parasimpatis (nukleus parasimpatis dorsal, vagal, dan sakral), sistem saraf simpatis (nukleus intermediolateral korda torakal dan ganglia simpatis), dan hipotalamus. Selain itu, badan lewy juga ditemukan di pleksus saraf yang mempersarafi usus, jantung, panggul, serta terdapat di medula adrenal. Selain gejala motorik seperti bradikinesia, tremor, rigiditas, dan ketidakstabilan postural, gejala nonmotorik seperti apatis, kecemasan, depresi, disfungsi indera penciuman, gangguan tidur, dan disfungsi otonom patut mendapat perhatian. Disfungsi otonom merupakan salah satu gejala yang banyak ditemukan pada pasien PD, yang mana dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup pasien.7
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Viewer: 293 times
PDF (English) downloaded: 262 times





