Hiperimunoglobulin E pada Systemic Lupus Erythematosus

  • Yusra Departemen Patologi Klinik, Rumah Sakit Umum Pusat Rujukan Nasional Cipto Mangunkusumo, Jakarta
  • Ricky Tjahjadi Departemen Patologi Klinik, Rumah Sakit Umum Pusat Rujukan Nasional Cipto Mangunkusumo, Jakarta
Keywords: IgE, sindrom hiperimunoglobulin E, SLE

Abstract

Pendahuluan: Sindrom hiperimunoglobulin E adalah sindrom imunodefisiensi langka yang melibatkan banyak sistem organ, antara lain sistem muskuloskeletal, jaringan ikat, serta sistem imun. Disregulasi imun pada sindrom hiperimunoglobulin E juga kerap disertai penyakit autoimun, seperti systemic lupus erythematosus. Patogenesis systemic lupus erythematosus yang dipahami akibat adanya autoantibodi subtipe IgG, ternyata juga diperantarai oleh adanya autoantibodi subtipe lain, termasuk autoantibodi IgE. Konsentrasi IgE yang tinggi, baik jenis nonspesifik maupun jenis autoreaktif, seperti pada keadaan hiperimunoglobulin E, memiliki peran potensial dalam proses patogenesis hingga ke progresivitas penyakit autoimun seperti lupus. Kasus ini memaparkan terduga penyandang sindrom hiperimunoglobulin E awitan dewasa yang kemudian didiagnosis systemic lupus erythematosus pada pemeriksaan lanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2019-10-02
How to Cite
Yusra, & Tjahjadi, R. (2019). Hiperimunoglobulin E pada Systemic Lupus Erythematosus. Journal Of The Indonesian Medical Association, 69(2), 83-88. https://doi.org/10.47830/jinma-vol.69.2-2019-76