Ruptur Tendon Achilles Akut: Antara Tata Laksana Konservatif atau Operatif

  • Rizky Febrian Nasrul Awalbros Putra Medika, Chevron Pacific Indonesia
Keywords: konservatif, minimal invasif, ruptur tendon, tendon achilles

Abstract

Pendahuluan: Tendon Achilles merupakan tendon yang paling tebal dan paling kuat di tubuh manusia. Seperti tendon lainnya, tendon ini dapat mengalami ruptur. Secara statistik, 18 dari 100,000 ruptur tendon Achilles terjadi setiap tahunnya. Masih ada perbedaan pendapat antara klinisi mengenai metode yang paling optimal dalam tatalaksana cedera ini. berdebatan ditujukan antara tatalaksana konservatif atau tatalaksana operatif. Beberapa klinisi memilih tatalaksana operatif karena tingkat ruptur ulang yang lebih

rendah dibandingkan tatalaksana konvensional. Studi terbaru menunjukkan bahwa tatalaksana konservatif yang diikuti oleh rehabilitasi fungsional dini, menunjukkan angka ruptur ulang yang setara dengan tatalaksana operatif, tanpa risiko komplikasi infeksi. Tatalaksana operatif lebih diutamakan pada populasi pasien yang muda, aktif atau atlit, atau yang memerlukan waktu kembali beraktifitas yang lebih cepat. Studi terbaru juga menunjukkan bahwa metode operasi minimal invasif yang diikuti oleh regimen rehabilitasi fungsional dini, memiliki angka ruptur ulang yang rendah dan risiko infeksi yang lebih rendah juga dibandingkan metode operatif terbuka konvensional.

Kata kunci: Konservatif, Minimal Invasif, Ruptur Tendon, Tendon Achilles

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2019-10-02
How to Cite
Nasrul, R. F. (2019). Ruptur Tendon Achilles Akut: Antara Tata Laksana Konservatif atau Operatif. Journal Of The Indonesian Medical Association, 69(4), 202-206. https://doi.org/10.47830/jinma-vol.69.4-2019-70